Jumat, 12 Desember 2014

TANTANGAN 120 HARI MENUJU USIA 20 TAHUN



Di 120 hari menuju umur 20 thun ini aku tersadar pada apa-apa yang belum bisa aku miliki dan kuasai. Butuh usaha, konsistensi, dan tekad yang kuat untuk mendapatkannya.
1.       LANCAR MEMBACA AL QUR’AN
Oke, bukannya aku sok alim atau apa. Sebagai umat islam yang berusaha menjadi baik. Sangat penting untukku membaca Al Qur,an dengan baik dan benar. Sesuai dengan Tahsin, Tajwid dan Tartil. Syukur jika selain mampu membaca dengan baik, aku juga bisa mentabburi isi Al Qur’an yang kubaca. Ngga lucu kan, kalo aku bisa baca tapi ngga tahu apa makna Al Qur’an baik secara kontekstual dan Konseptual.
2.       HAFAL 3 JUZ AL QUR’AN
Tiga juz yang kumaksud disini adalah juz 30 dan beberapa surat yang tersebar. Misalnya seperti surat Al Mulk yang menjadi sunnah di baca sebelum tidur. Al Waqiah yang menjadi surat untuk memudahkan kita dalam mencari rizki. Ingat memudahkan ya.... bukan mendatangkan.  
3.       MEMPERBAIKI IP
Satu dosa lagi kalo semester ini IP ku masih tragis. Banyak orang bilang kalo IP bukanlah segalanya. Iya, setuju, kalo aku ngga punya orang tua yang biayain aku dan negara serta rakyat Indonesia yang uang pajaknya di  buat untuk subsidi dana pendidikan. Bagusnya IP juga nanti kembali ke aku juga kan. Misalnya, ngga merasa bersalah saat ditanya orang tua. Malu saat ditanya saudara dan temen, apalagi sampai di tanya adik angkatan. IP yang bagus juga bisa memudahkan untuk mendapat kerja.
4.       MENCAPAI BERAT BADAN IDEAL
Banyak alasan kenapa berat badan ideal itu penting. Alasan pertama adalah kesehatan yang harus dijaga. Lebih baik sedia payung sebelum hujan kan daripada kehujanan. Mencapai berat badan ideal adalah langkahku untuk menjaga kesehatan. Sebagai orang dengan obesitas, aku sadar semua ini harus dihentikan. Berat badan ideal juga bisa meningkatkan kepercayaan diri.
5.       LATIHAN BELADIRI
Ada temen “akhwat” yang pernah ngomong gini ke aku “ ngapain sih ikut beladiri? Kan ada Allah yang bisa menjaga kita.” Ya bener sih apa yang dia katakan, tapi masak kita sebagai manusia ngga boleh usaha. Sebagai calon arkeolog yang nantinya akan turun di masyarat. Bekal ilmu beladiri itu penting untuk membela diri. Aku sadar bahwa orang jahat itu ada, dan tindak Kejahatan dan segala bentuk kriminalitas itu dapat datang kapan saja dan dimana saja. Belajar beladiri itu penting kalo menurutku.
6.       BISA BERENANG
Keahlian berenang itu termasuk keahlian yang di butuhkan manusia untuk bertahan hidup. Berenang juga olahraga yang menurutku menyenangkan untuk dilakukan. Aku sendiri sebagai calon arkeolog belum menentukan dengan pasti fokus bidang kerja yang nanti kulakoni di masa depan. Salah satu yang membuatku tertarik dari semester 1 adalah arkeologi maritim. Sekalipun ngga dituntut untuk bisa berenang, masa ngga ngiler ngeliat orang lain nyelam dan melihat harta karun di dalam laut.
7.       BISA MEMASAK
Perempuan itu harus bisa masak, dan aku setuju dengan pendapat itu. Bisa memasak pasti akan memudahkan hidup di beberapa hal. Sebagai anak kos, bisa memasak tentu mengirit biaya bulanan. Mau semurah apapun makanan yang aku beli. Tetap lebih murah masak sendiri. Memasak makanan sendiri, aku pasti bisa menjaga kebersihan dan kesehatan makananku. Belajar memasak sedari dini juga bisa di jadikan ajang latihan menjadi Ibu yang baik kan.... hehehe.....
8.       BISA MENJAHIT
Aku banyak membaca kalo menjahit dapat menjadi sarana pembentukan karakter yang bagus. Di beberapa rumah sakit jiwa, belajar menjahit dan menyulam mampu membuat pasien gangguan jiwa mengatur emosinya. Masa sih, celana atau baju robek harus di bawa ke tukang jahit. Kayaknya lucu nanti kalo punya anak, aku yang jahitin bajunya. ^_^v
9.       MENGUSAI BAHASA INGGRIS
Pengusaan Bahasa Inggris yang baik akan memudahkan dalam banyak aspek. Banyak bahan pelajaran yang ditulis dalam Bahasa Inggris baik berupa buku, journal dan artikel. Mengusai Bahasa Inggris akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih bisa bersaing, karena akan selahkah lebih maju dalam mendapat informasi.
10.   MENDAKI GUNUNG
Gunung-gunung di Indonesia terlalu indah untuk di acuhkan. Aku juga pengen ngerasain rasanya berdiri diatas awan. Ada banyak hal yang bisa di dapat dari mendaki gunung. Olahraga dan rekreasi, pengembangan diri dan mendekatkan diri kita pada tuhan lewat ciptaannya.
11.   BELAJAR BAHASA JERMAN
Dengan murahnya biaya kuliah di Jerman. Jerman menjadi tempat belajar yang sangat seksi menenurutku. Kualitas pendidikan di Jerman serta sarana dan prasarananya sangat mendukung untuk penelitian. So, kenapa harus mikir dua kali buat menunda belajar????
12.   MENGERTI TENTANG MESIN MOTOR
Motor itu  sudah bagaikan kaki  bagi orang Indonesia pada umumnya. Apalagi aku! Sialnya, aku buta akan hal-hal berbau otomotif. Mengerti motor setidaknya akan menyelamatkanku saat motor ku mogok di jalan.
13.   PUNYA SURAT IZIN MENGEMUDI DAN PASPOR
Satu dosa besar lagi adalah dari awal aku memiliki motor di akhir tahun 2009 sampai sekarang aku belum memiliki SIM. Jadi suka kucing-kucingan kalo ada Pak Polisi. Memiliki Paspor juga sangat penting, karena dengan banyaknya tawaran beasiswa, konferensi, study exchenged dan promo tiket pesawat murah yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Keberuntungan hanya bisa di dapat jika kita siap dengan keberuntungan itukan ?
14.   BISA DESAIN DAN WEB PROGRAM
Ada dua hal yang membuat Arkeolog di Indonesia sangat jauh tertinggal dengan Arkeolog negara lain sekalipun secara kualitas dan ilmu pengetahuan tak kalah dengan Arkeolog dari negara lain. Hal itu adalah kemalasan untuk menulis dan mempelejari teknologi yang ada. Dengan mempelejari WEB Program setidaknya aku bisa membuat program baru tentang arkeologi atau membuat sebuah situs web informatif untuk  di baca.
15.   TULISANKU DIMUAT DI MEDIA CETAK
Bisa dalam bentuk cerita pendek, cerita bersambung, artikel, dan opini yang bisa dimuat dimedia cetak berupa koran, majalah dan tabloid. Aku tahu rasa malas masih sangat mengusaiku dalam mencoba untuk menulis. Oke... aku hanya perlu berusaha dan terus menulis. Ada kata yang sangat aku suka “Menulislah, maka kau akan abadi.”
16.   MENGIKUTI LOMBA DAN MEMENANGKAN LOMBA
Di mulai dari lomba-lomba seru di facebook atau twitter, lomba di situs web majalah dan koran, hingga lomba-lomba seperti PKM dan karya tulis ilmiah.
17.   MERAMPUNGKAN NOVEL PUGUH DAN LIAN
Sejak mendapatkan ide tentang Puguh dan Lian di November 2012. Sampai detik ini novel ini belum rampung. Ah... ini saatnya kalian harus lahir dan mati nak.
18.   MEMBUAT RAIHANAH JADI RUMAH YANG INDAH DAN NYAMAN
Mungkin sumua ini karena sifat acuh dan malas dimana Raihanah, yah bisa dikatakan sudah tak senyaman dahulu. Ada banyak hal yang harus di perbaiki, di bersihkan dan ditata kembali. Rumah yang sehat akan membuat orang di dalamnya sehat juga kan.
19.   PUNYA PENGHASILAN SENDIRI
Banyak orang bilang jika kamu ingin memulai kesuksesan finansial sedini mungkin adalah dengan membuat langkah berani meninggalkan semua fasilitas dari orang tua. Termasuk uang jajan setiap bulan. Di usia 20 tahun rasanya mamalukan jika masih disokong oleh orang tua. Bismillah saja... di usia 20 tahun ini semoga bisa memiliki penghasilan sendiri. Kalo bisa semester 5 ngga usah lagi minta uang UKT, Kontrakan dan jajan. Semua harus diusahakan.
20.   MENJADI ORANG YANG BISA BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN
Inti dari semua yang kutulis adalah bagaimana bisa aku dalam hidup ini tak merepotkan tubuhku dan orang lain. Terutama orang tua, teman dan setiap orang yang ada dalam hdupku.

Rabu, 10 Desember 2014

LELAH

Saya sampai pada kesimpulan bahwa apa-apa yang terjadi pada hidup saya adalah murni permainan tuhan. Banyak hal yang jika saya pikirkan sangat tidak masuk akal. Intinya saya kesal.

Selasa, 06 Mei 2014

JAMA'AH SHALAHUDDIN : Perhatian, Penerimaan dan Pembaharuan



Pertama kali denger nama JS  a.k.a Jama’ah Shalahuddin itu dari Mas ku yang entah kenapa, semenjak aku berniat kuliah di UGM Jogja giat sekali mengkaderku. Mbok yao kalo dakwah itu lihat-lihat. Masak anak begajulan kaya Aku disuruh ikut begituan. Iuh banget. Tapi ya udahlah, Aku dengerin aja semua khotbahnya dengan khidmat. 

Aku saat itu menjadikan UGM hanya sebagai cadangan kedua setelah UI. Dan akhirnya aku ngga di terima di UI. Jangan tanya deh gimana perasaanku. Bagaikan teriris sembilu. Pilu. Padahal UI itu Aku kejar sekali (kejar? Emangnya UI apaan di kejar-kejar) pokoknya Aku udah belajar dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh tenaga dan upaya. Tapi gagal.

Aku mulai pesimis dan berpikir logis. Begini suara hatiku saat itu.

“Tik, UI yang Lo usaha abis-abisan aja ngga di terima. Apa lagi UGM yang Lo remehin dan ngga belajar sama sekali. REALISTIS TIK!!!” akhirnya aku memutuskan untuk daftar di UMY jurusan Perbankan Syariah.

 Dengan mudah Aku diterima. Aku sudah lupa dengan UGM. Lebih tepatnya sengaja melupakan. Aku sudah bersyukur bisa kuliah dan tidak dinikahkan dengan polisi yang entah kenapa bisa-bisanya nyasar ke rumah. Yang penting kuliah. Ngga nikah dulu, dan menikmati masa muda(sebenernya Mas Polisi lumayan sih. Sayang,dia datang disaat yang ngga tepat.*nah loh*)

Saat Aku sudah santai dengan ke UMY-an ku. Datanglah berita yang menggemparkan. AKU!DITERIMA! DI ARKEOLOGI! UGM! Oh meeeeennnnnnnn!!!! Akhirnya aku menjadi mahasiswa UGM. Aku minta tolong ke Mas Ku untuk nyariin kos-kosan. Tapi yang Dia lakukan malah mencarikan aku pergerakan-pergerakan dakwah.

“Kamu ikut JS aja Tik. Bagus kok organisasinya. Atau KAMMI UGM, anaknya asik-asik Tik. Oh, kamu kan orangnya cenderung berpikir pake logika tuh, ikut HTI aja. bla...bla...bla.....” heran ama anak satu ini. Mbok ya’o kalo mau mengkader orang itu lihat-lihat. Bentukan kaya gini mana pantes jadi “akhwat”’

Singkat cerita, Aku mendaftar saat Gelanggang Expo. Yah, apa salahnya di coba. Masuklah Aku di Stan JS. Ada beberapa hal yang membuatku tak nyaman. Akhirnya Aku berniat untuk meninggalkan staan JS dan tak jadi mendaftar. Saat Aku akan pergi, datanglah seorang Mbak-mbak yang langsung tersenyum ramah padaku. Jujur, senyumnya itu lebar banget dan agak berlebihan.

“Assamualaikum dek, mau daftar ya.” Sapanya dan menyalamiku. Dengan halus dia menarik badanku dan memelukku. Aku dibawa masuk dan  diajak wawancara. Dihadiahi jus melon, namun aku menolaknya. Dia lah Mbak Vira.

Setelah itu, beberapa acara seperti Pra TK JS #1 dan Mabit di Darus Sholihat. Di Mabit itulah, bisa jadi aku sedikit mendapat hidayah. Ternyata ini toh yang namanya Ukhuwah. Pantes Mas ku kalo ngumpul sama temen-temennya bisa ngga pulang-pulang.

Saatnya hari dimana aku TKJS. Kabar Aku ikut JS membuat diwawancara anak-anak Arkeo. Aku iyakan saja. Mereka memberiku nasihat macam-macam yang you know lah. JS is bla bla bla. Aku kan hanya mencoba. Ngga betah yah tinggal move. Gampang kan .

TKJS di penuhi dengan materi-materi yang menarik sekali untukku. Tidak ada satu materipun yang membuatku mengantuk. aku mulai nyaman berada disini. Berada dalam dekapan ukhuwah. Sampai akhirnya semua materi ku lewati dan ada Outbond menyusuri sungai. Sungainya indah sekali.
Lalu kita dibagikan ke dalam kelompok-kelompok. Kelompokku diberi nama menjadi kelompok mariam. Kami melewati pos demi pos dengan cukup baik. Sesekali kami harus membantu kelompok lain dari penjahat-penjahat yang mengincar bendera kami.

Saat di bawah air terjun. Aku sedikit emosi karena Mas-masnya jahat banget. Ada ya anak JS tampangnya kaya gitu. Tapi akhirnya aku diam saja. Aku mencoba mengajak Azam bicara.
“zam, kamu kan pemimpin. Dan kalo pemimpin sudah ada di tempat. Dia sama aja sudah mewakili semua rakyatnya.” Azam mengatakan itu ke Mas Penjahat. Tapi mereka berkelit yang aneh-aneh.  Akhirya terjadi perdebatan seru antara Ikhwan dan Akhwat. Sampai- sampai ada Akhwat yang maju ke tempat penjahat dan akhirnya turun dengan menangis.

Sampai saat itu, barulah penjahat-penjahat itu melunak. Dan bendera mampu kami dapatkan. Acara diakhiri dengan khidmat. Ternyata sekarang Aku adalah anak JS. Entah harus senang atau ....

Kehidupan ku tak terlalu banyak berubah setelah TKJS #1 berakhir. Aku masih sering ngga pake kerudung dan make kerudung tipis saat kuliah. Pokoknya pakaianku ngga syar,i. Aku masih seorang Tika. Namun perlahan Aku belajar untuk berubah. 

Hidayah itu muncul saat Aku pindah ke Raihanah. Ternyata memakai kerudung syar,i itu tak seribet yang Aku bayangkan. Berbulan-bulan di JS membuatku sadar. Taat malah membuat hidup manusia semakin nyaman. Memasuki TKJS #2 membuatku senang. Aku akan berkumpul dengan teman-teman sama seperti TKJS#1 dulu.  

TKJS #2 berbeda dengan TKJS #1 yang isinya outbont dan materi-materi. TKJS #2 lebih ke diskusi dan analisis Shiroh dan Analisis Sosial. Di materi Analisis Shiroh oleh Ustadz Abu Ayub, beberapa kali Aku meneteskan air mata. Saat Materi Analisis Sosial aku ngantuk. 

Diskusi yang kami lakukan baik di antara akhwat saja maupun Ikhwan- akhwat semakin membuka luas pengetahuanku. Aku bersyukur berada di tengah kalian semua. Oh ya, ada perjanjian di antara para Akhwat 2013. Kita akan berkumpul lagi di Maskam tanggal tanggal 03 Mei 2024. 

Semua acara telah terlewati. Saatnya pengumuman dan Upacara penutupan. Jantungku berdebar lebih cepat. Aku takut sekali tidak lulus. Sayang saja rasanya jika tidak lulus. Akhirnya namaku di sebut. Alhamdullillah. Tapi aku sedih ada temanku yang tidak disebut namanya. 

Saat pembacaan Doa, ada banyak hal yang berkecamuk dipikiranku. 
"Tik. lo sekarang Aktifis Tik." Aku takut ya Allah. Aku takut tak mampu melindungi agamaMu. Sayup-sayup kudengar lantuanan doa yang semakin kudengar malah membuatku semakin takut. Takut tak mampu. Perjalanan pulang Aku lebih banyak diam dan istigfar.

" Ya Allah. Apa mungkin seorang seperti hamba bisa berdakwah ya Allah. Hamba takut ya Allah. "
satu hal yang harus kulakukan sesampainya di rumah sebaiknya mandi besar dan sholat taubat. Aku melakukannya dan merasa tenang sekali.