Pertama kali denger nama JS a.k.a Jama’ah Shalahuddin itu dari Mas ku
yang entah kenapa, semenjak aku berniat kuliah di UGM Jogja giat sekali
mengkaderku. Mbok yao kalo dakwah itu lihat-lihat. Masak anak begajulan kaya
Aku disuruh ikut begituan. Iuh banget. Tapi ya udahlah, Aku dengerin aja semua
khotbahnya dengan khidmat.
Aku saat itu menjadikan UGM hanya
sebagai cadangan kedua setelah UI. Dan akhirnya aku ngga di terima di UI.
Jangan tanya deh gimana perasaanku. Bagaikan teriris sembilu. Pilu. Padahal UI
itu Aku kejar sekali (kejar? Emangnya UI apaan di kejar-kejar) pokoknya Aku
udah belajar dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh tenaga dan upaya. Tapi
gagal.
Aku mulai pesimis dan berpikir
logis. Begini suara hatiku saat itu.
“Tik, UI yang Lo usaha
abis-abisan aja ngga di terima. Apa lagi UGM yang Lo remehin dan ngga belajar
sama sekali. REALISTIS TIK!!!” akhirnya aku memutuskan untuk daftar di UMY
jurusan Perbankan Syariah.
Dengan mudah Aku diterima. Aku sudah lupa dengan
UGM. Lebih tepatnya sengaja melupakan. Aku sudah bersyukur bisa kuliah dan
tidak dinikahkan dengan polisi yang entah kenapa bisa-bisanya nyasar ke rumah. Yang
penting kuliah. Ngga nikah dulu, dan menikmati masa muda(sebenernya Mas Polisi
lumayan sih. Sayang,dia datang disaat yang ngga tepat.*nah loh*)
Saat Aku sudah santai dengan ke
UMY-an ku. Datanglah berita yang menggemparkan. AKU!DITERIMA! DI ARKEOLOGI!
UGM! Oh meeeeennnnnnnn!!!! Akhirnya aku menjadi mahasiswa UGM. Aku minta tolong
ke Mas Ku untuk nyariin kos-kosan. Tapi yang Dia lakukan malah mencarikan aku
pergerakan-pergerakan dakwah.
“Kamu ikut JS aja Tik. Bagus kok
organisasinya. Atau KAMMI UGM, anaknya asik-asik Tik. Oh, kamu kan orangnya cenderung
berpikir pake logika tuh, ikut HTI aja. bla...bla...bla.....” heran ama anak
satu ini. Mbok ya’o kalo mau mengkader orang itu lihat-lihat. Bentukan kaya
gini mana pantes jadi “akhwat”’
Singkat cerita, Aku mendaftar
saat Gelanggang Expo. Yah, apa salahnya di coba. Masuklah Aku di Stan JS. Ada beberapa hal yang membuatku tak nyaman. Akhirnya Aku berniat untuk meninggalkan staan JS dan tak jadi mendaftar. Saat Aku akan pergi, datanglah seorang
Mbak-mbak yang langsung tersenyum ramah padaku. Jujur, senyumnya itu lebar
banget dan agak berlebihan.
“Assamualaikum dek, mau daftar
ya.” Sapanya dan menyalamiku. Dengan halus dia menarik badanku dan memelukku. Aku
dibawa masuk dan diajak wawancara. Dihadiahi
jus melon, namun aku menolaknya. Dia lah Mbak Vira.
Setelah itu, beberapa acara
seperti Pra TK JS #1 dan Mabit di Darus Sholihat. Di Mabit itulah, bisa jadi
aku sedikit mendapat hidayah. Ternyata ini toh yang namanya Ukhuwah. Pantes Mas
ku kalo ngumpul sama temen-temennya bisa ngga pulang-pulang.
Saatnya hari dimana aku TKJS. Kabar
Aku ikut JS membuat diwawancara anak-anak Arkeo. Aku iyakan saja. Mereka memberiku
nasihat macam-macam yang you know lah. JS is bla bla bla. Aku kan hanya
mencoba. Ngga betah yah tinggal move. Gampang kan .
TKJS di penuhi dengan
materi-materi yang menarik sekali untukku. Tidak ada satu materipun yang
membuatku mengantuk. aku mulai nyaman berada disini. Berada dalam dekapan
ukhuwah. Sampai akhirnya semua materi ku lewati dan ada Outbond menyusuri
sungai. Sungainya indah sekali.
Lalu kita dibagikan ke dalam
kelompok-kelompok. Kelompokku diberi nama menjadi kelompok mariam. Kami melewati
pos demi pos dengan cukup baik. Sesekali kami harus membantu kelompok lain dari
penjahat-penjahat yang mengincar bendera kami.
Saat di bawah air terjun. Aku sedikit
emosi karena Mas-masnya jahat banget. Ada ya anak JS tampangnya kaya gitu. Tapi
akhirnya aku diam saja. Aku mencoba mengajak Azam bicara.
“zam, kamu kan pemimpin. Dan kalo
pemimpin sudah ada di tempat. Dia sama aja sudah mewakili semua rakyatnya.” Azam
mengatakan itu ke Mas Penjahat. Tapi mereka berkelit yang aneh-aneh. Akhirya terjadi perdebatan seru antara Ikhwan
dan Akhwat. Sampai- sampai ada Akhwat yang maju ke tempat penjahat dan akhirnya
turun dengan menangis.
Sampai saat itu, barulah
penjahat-penjahat itu melunak. Dan bendera mampu kami dapatkan. Acara diakhiri
dengan khidmat. Ternyata sekarang Aku adalah anak JS. Entah harus senang atau
....
Kehidupan ku tak terlalu banyak berubah setelah TKJS #1 berakhir. Aku masih sering ngga pake kerudung dan make kerudung tipis saat kuliah. Pokoknya pakaianku ngga syar,i. Aku masih seorang Tika. Namun perlahan Aku belajar untuk berubah.
Hidayah itu muncul saat Aku pindah ke Raihanah. Ternyata memakai kerudung syar,i itu tak seribet yang Aku bayangkan. Berbulan-bulan di JS membuatku sadar. Taat malah membuat hidup manusia semakin nyaman. Memasuki TKJS #2 membuatku senang. Aku akan berkumpul dengan teman-teman sama seperti TKJS#1 dulu.
TKJS #2 berbeda dengan TKJS #1 yang isinya outbont dan materi-materi. TKJS #2 lebih ke diskusi dan analisis Shiroh dan Analisis Sosial. Di materi Analisis Shiroh oleh Ustadz Abu Ayub, beberapa kali Aku meneteskan air mata. Saat Materi Analisis Sosial aku ngantuk.
Diskusi yang kami lakukan baik di antara akhwat saja maupun Ikhwan- akhwat semakin membuka luas pengetahuanku. Aku bersyukur berada di tengah kalian semua. Oh ya, ada perjanjian di antara para Akhwat 2013. Kita akan berkumpul lagi di Maskam tanggal tanggal 03 Mei 2024.
Semua acara telah terlewati. Saatnya pengumuman dan Upacara penutupan. Jantungku berdebar lebih cepat. Aku takut sekali tidak lulus. Sayang saja rasanya jika tidak lulus. Akhirnya namaku di sebut. Alhamdullillah. Tapi aku sedih ada temanku yang tidak disebut namanya.
Saat pembacaan Doa, ada banyak hal yang berkecamuk dipikiranku.
"Tik. lo sekarang Aktifis Tik." Aku takut ya Allah. Aku takut tak mampu melindungi agamaMu. Sayup-sayup kudengar lantuanan doa yang semakin kudengar malah membuatku semakin takut. Takut tak mampu. Perjalanan pulang Aku lebih banyak diam dan istigfar.
" Ya Allah. Apa mungkin seorang seperti hamba bisa berdakwah ya Allah. Hamba takut ya Allah. "
satu hal yang harus kulakukan sesampainya di rumah sebaiknya mandi besar dan sholat taubat. Aku melakukannya dan merasa tenang sekali.